Naas..! Niat Setrum ikan Dedy malah Tewas Kesetrum

Minggu, 16 Oktober 2016 Add Comment
KaliandaNews.com – Nasib Tragis dialami Dedy (24) , Niat ingin menangkap ikan dengan alat penyetrum yang disambungkan ke AKI, Dedy justru terperangkap alat penyetrum dengan sendirinya hingga tewas meregang nyawa. 
Naas..! Niat Setrum ikan Dedy malah Tewas Kesetrum
Ilustrasi Mayat
Kejadian menimpa pria 24 tahun tersebut, di Sungai Kahuripan, Kampung Kebonhiji, RT 01 RW 01 Desa GiriJaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (16/10) sore.

"Kecelakaan diri sendiri yang diakibatkan oleh alat penyetruman ikan," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, Senin (17/10). 

Peristiwa itu berawal ketika Dedi hendak menyetrum ikan dengan alat bertegangan tersebut. Baru saja akan memulai pencarian, kawat penyetrum ikan mematuk leher korban.  "Korban kesetrum pada saat akan nyetrum ikan, sehingga korban mengalami luka bakar di bagian leher depan dan belakang akibat kawat pengikat setrum yang di sambungkan ke aki," ujarnya. 

Usai terperangkap dengan alatnya sendiri, korban terpeleset. Beberapa saat kemudian, dilaporkan pada kepolisian oleh warga bahwa ada korban terkapar dengan alat setrum ikan. "Kepolisian mendatangi TKP dan dapat dipastikan korban sudah meninggal dunia di lokasi," ujarnya. 

Jasad korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Diamankan barang bukti seperangkat alat setrum ikan yang digunakan korban saat kejadian. (**/Kld)

26 Tewas Akibat Banjir Bandang Garut

Kamis, 22 September 2016 Add Comment

Istimewa
Kaliandanews.com – Korban tewas akibat banjir bandang di Garut yang terjadi hari Rabu (21/09), malam terus bertambah. Sampai malam tadi tercatat sebanyak 26 orang meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Kebanyakan korban yang meninggal adalah perempuan dengan 18 orang, sedangkan laki-laki 8 orang.

“Jumlahnya saat ini menjadi 26 orang," kata Jubir Badan SAR Nasional Jawa Barat Joshua Banjarnahor, Kamis (22/9).

Saat ini seluruh korban ditangani rumah sakit TNI Angkatan Darat Guntur Kabupaten Garut. Dia juga menjelaskan 26 korban itu terdiri dari 8 laki-laki dan 16 perempuan.

"Untuk laki-laki terdiri dari empat dewasa yang ditemukan di Lapang Paris, Bayongbong, Bojong Larang dan Jaya Raga. Sedangkan empat lainnya anak-anak di Asrama Lapang Paris dan Cimacan,” terangnya.

Sedangkan untuk 18 perempuan, sambung dia, 13 orang dewasa dan lima anak-anak. Untuk 13 perempuan dewasa mereka ditemukan di Lapang Paris, Bojong Larang, Tarogong Kidul, Sukaningsih, Cimacan.

"Kalau untuk lima anak-anak, ditemukan di Lapang Paris, Bojong Sudika, Cipoos Kersamanah dan Cimacan. Semuanya saat ini tengah diidentifikasi," tambanya. (*yb/mdk)

Bentrok Dua Desa di Rajabasa Lamsel, Menyisakan Trauma Bagi Warga

Rabu, 21 September 2016 Add Comment

Rumah warga yang rusak
Kaliandanews.com, Lampung Selatan - Keributan dua Desa di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, antara Desa Kunjir dan Desa Waymuli, Selasa (20/09), malam, mengakibatkan 5 rumah dan 4 warung mengalami kerusakan. Kerusakan diakibatkan oleh lemparan batu dan kayu.

Menurut kepala Desa Waymuli, Zamra Gozali, kejadian dipicu akibat pertikaian dua kelompok pemuda beberapa hari lalu, yang mengakibatkan seorang warga Kunjir mengalami luka di kepala.

"Warga Kunjir menuntut pihak Waymuli Induk untuk menyerahkan pelaku yaitu Asep dan Misja. Karena polisi sudah dua kali coba nangkep tapi gak berhasil," kata Zamra, Rabu (21/09).

Warung warga
Kepala BPDB M. Darmawan mengungkapkan, pihaknya akan segera mendata jumlah kerusakan rumah warga untuk dilakukan upaya perbaikan.

"Sekarang kita lagi mendata rumah mana saja yang rusak, dan kita ajuin bantuannya ke Bupati Lamsel, agar dapat segera dipulihkan rumah warga yang rusak," ungkapnya.

"Total kerugian sekitar 20juta, dan secepatnya data akan kita sampaikan ke Bupati, dan akan segera kita salurkan ke masyarakat," pungkas Darmawan.

Sementara camat Rajabasa, Sabilal mengatakan "kita akan melakukan upaya agar kejadian ini tidak meluas lagi, sehingga masyarakat yang tidak tau apa-apa tidak menjadi korban," katanya.

Sabilal juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku terkait kejadian tersebut.

"Kami berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku, dan pemerintah daerah bisa memberikn bantuan kepada rumah-rumah warga yang terkena dampak kejadian tersebut," lanjut Sabilal.

Pihak kepolisian terus melakukan penjagaan agar tidak terjadi bentrokan susulan antar ke dua desa. "Kami lakukan penjagaan yang bersifat antisipasi agar tidak terjadi susulan. Akan kami jaga sampai keadaan lebih kondusif," ucap Kasat Sabara Polres Lamsel AKP Subandi.

Kejadian ini menyisakan trauma bagi Aminah (45), warga Waymuli Timur yang tidak tau apa-apa tetapi terkena dampak keributan tadi malam. "Semalem kita lagi didalem rumah, sama anak-anak, tiba"-tiba rumah kita di lemaparin batu pak. Itu batunya gede-gede. Anak-anak pada takut sekarang lagi ngungsi dirumah pamannya," ucap Aminah. (yb)






VIDEO: Seorang Netizen Unggah Video Oknum Polisi yang Minta Uang Sambil Memeriksa Kantong Pengendara

Senin, 19 September 2016 Add Comment
Capture Video Facebook Oknum Polisi Nakal | Kld
KaliandaNews.com – Sebuah video memperlihatkan aksi tilang oknum Polisi beredar di sosial media.  Kali ini oknum Polisi tersebut sedang  tawar – menawar harga dengan beberapa pengendara yang terkena tilang.

Video berdurasi 1.45 detik itu di unggah oleh pemilik akun Facebook bernama Syafira Afifah tanggal 18 September 2016 dan telah menjadi viral karena telah dibagikan 41.455 kali dan di tonton 915.000 kali. saat berita ini diturunkan belum jelas dimana lokasi pengambilan video tersebut.

Dalam video itu terdengar polisi berlogat medan itu bertanya ke pengendara berapa uang yang dimilikinya.

“berapalah kira-kira yang bisa bayar, coba saya dengar, tapi jangan diulangi lagi.. berapa. ?” tanya polisi tersebut.
 
“Tiga lima pak”, jawab pengendara sambil mengambil uang receh yang ada di kantongnya.

“tambah seratus lagi, kenapa situ” balas polisi, bejatnya polisi tersebut berbicara sembari memeriksa kantong pengendara tersebut. “haduh pak, gak ada pak”  timpal pengendara dan menunjukan dompetnya. Tak lama kemudian polisi tersebut memberikan STNK dan pengendara itu pergi.

Kemudian Polisi tersebut melanjutkan aksinya kepada pengendara lainnya.

Betapa mirisnya melihat kelakukan oknum Polisi di Indonesia yang seenaknya memperlakukan pengendara yang terkena tilang,entah gajinya kurang atau memang kurang mendapat pendidikan moral. (yb)


Astagfirullah, Pemuda di bali ini nekat curi kotak amal untuk beli minuman keras

Sabtu, 11 Juni 2016 Add Comment
pencuri kotak amal di Bali : foto| Merdeka.com
KaliandaNews.com - Gede Setiawan pemuda berusia 22 tahun asal banyuasri singaraja, buleleng di Bali . Nekat mencuri kotak amal di kantor perbekel desa petandakan Buleleng. karena aksi kriminalnya tersebut dia harus berurusan dengan polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.
Namun saat dimintai keterangan,pemuda ini berdalih uang hasil curiannya dipakai untuk membeli bensin motornya.

Terbongkarnya peristiwa itu berawal adanya penemuan sepeda motor nopol DK 5977 UI di Desa Petandakan. Motor tersebut teronggok begitu saja sekitar 50 meter dari Kantor Perbekel dan menemukan kotak dana punia yang sudah kosong. Warga yang menemukan, langsung melapor ke Polisi Polsek Kota Singaraja.

Polisi yang menerima informasi langsung menuju TKP dan menduga sepeda motor tersebut milik pelaku yang kepergok warga, saat menguras kotak amal.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Nyoman Suarnata mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari sepeda motor yang ditinggalkan pelaku.

Dalam keterangannya, pemuda pengangguran ini mengaku terpaksa mengambil kotak amal di kantor perbekel tersebut lantaran kepepet. Alasannya karena motornya kehabisan bensin. Dirinya terpaksa curi uang dalam kotak tersebut. Sayangnya, uang tersebut justru dibelikan minuman bir.

Penyidik tidak mempercayai begitu saja keterangan pemuda ini bahwa baru sekali ini mencuri kotak amal atau punia. Pasalnya, dalam waktu bersamaan juga ada laporan sejumlah kotak amal di dalam pura yang hilang.

dilansir dari merdeka.com "Sesuai laporan ada dua TKP, pertama pencurian di Pura Yeh Anakan, ada kotak dana punai berisi uang satu setengah juta rupiah dan di Pura desa ada uang satu juta. Tapi dari hasil pengembangan, ternyata ada satu TKP lagi, di sebuah slip beras," ungkap Suarnata di Mapolsek Kota Singaraja, Sabtu (11/6).

Pelaku yang kesehariannya sebagai petugas parkir di Pasar Banyuasri Singaraja membeli 8 botol bir dari uang hasil curiannya. Setelah itu, ia lantas kembali ke Desa Petandakan, namun karena motornya tidak ada pelaku bersembunyi di semak-semak milik tegalan warga.

"Saya juga sempat ke tempat penyosohan beras, tidak jauh dari tempat saya bersembunyi. Disana saya jebol jendela dan mengambil sejumlah uang, karena saya lapar saya sempat masak nasi disana, kebetulan ada beras, sampai siang disana tidak ada orang," tuturnya.

Kini Setiawan diamankan di Mapolsek Kota Singaraja, untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut oleh Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja. Sementara, barang bukti berupa uang tunai dan sepeda motor Jupiter MX DK 5977 UI, kini masih diamankan Polisi guna proses penyidikan. 
(editor: Kld | sumber: Merdeka.com)