Subhanallah, Berkat kebiasaannya Sholat Tahajud, Nenek ini Selamat dari kebakaran Hebat

Rabu, 05 Oktober 2016 Add Comment
KaliandaNews.com - Subhanallah, Seorang nenek, Marwiyah Sarum, 78 tahun bisa selamat dari kebakaran hebat berkat kebiasaannya shalat Tahajud.

Kebakaran hebat terjadi di kawasan pemukiman di Jalan Bukit Kerang, Kampung Tok Muda, Klang, Malaysia pada Jumat, 30 September 2016 dini hari waktu setempat. Saat jam menunjukkan pukul 03.00 pagi, Nenek Marwiyah bangun untuk melaksanakan Sholat Tahajud.
Subhanallah, Berkat kebiasaannya Sholat Tahajud, Nenek ini Selamat dari kebakaran Hebat
Kebakaran Di Malaysia (hmetro.com.my)
Di luar rumah terdengar sejumlah warga tengah berteriak. Nenek Marwiyah yang tinggal sendirian kemudian keluar rumah. Dia begitu kaget saat melihat kobaran api, yang akhirnya melalap rumahnya. Para warga sempat berusaha memadamkan kobaran api dan menyelamatkan barang berharga mereka.
Tetapi, upaya tersebut gagal, sehingga mereka memutuskan menghubungi nomor gawat darurat.

Kepala Balai Bomba, atau dinas pemadam kebakaran, Sungai Pinang Asisten Senior Zaidi Ahtan mengatakan, pihaknya menerima panggilan darurat sekitar pukul 03.10 pagi. Mereka segera meluncur ke lokasi kebakaran.

Saat pemadaman, tim pemadam juga dibantu Balai Bomba dan Penyelamat Kota Raja. Petugas sempat mengalami kendala berupa tekanan air air rendah meski memakai metode dua air mancur, sehingga tidak bisa maksimal memadamkan api.

" Struktur rumah yang terbuat dari bahan mudah terbakar turut mengakibatkan kediaman korban hancur 100 persen. Wanita tua itu berhasil menyelamatkan diri karena keluar terlebih dulu sebelum api semakin besar," ucap Zaidi. "

Berdasarkan penyelidikan awal, korban diduga tinggal sendirian. Namun anak-anaknya pulang membesuknya pada libur akhir pekan kemarin," kata dia. Zaidi mengatakan penyebab kebakaran dan perkiraan kerugian harta benda masih dalam penyelidikan. Kebiasaan bangun malam dan sholat tahajud menyelamatkan nyawa si nenek.
 (ism, Sumber: hmetro.com.my)

MUI : Jangan Undang Ustad Bertarif Tinggi untuk Berdakwah

Sabtu, 16 Juli 2016 Add Comment
 
MUI : Jangan Undang Ustad Bertarif Tinggi untuk Berdakwah
Ilustrasi

KaliandaNews.com – Sudah bukan menjadi hal yang aneh lagi saat kita mendengar kabar tentang Kehidupan mewah para Ustaz di Indonesia. Bagaimana tidak, mereka sudah menjadi ustad selebritis yang kehidupan pribadinya sering ditonjolkan dan mereka mengumbar kehidupan yang mewah .

Bahkan segelintir ustaz menggunakan popularitas mereka untuk memasang tarif yang selangit apabila ingin mengundangnya untuk berdakwah. Lalu pantaskan mereka disebut dai atau ustaz?

Seperti yang dilansir dari merdeka.com, Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menuturkan bahwa istilah ustaz di kalangan masyarakat, khususnya di Indonesia telah berubah.

 "Jadi kalau di Timur Tengah yang disebut dengan ustaz itu kalau mereka sudah profesor atau doktor. Kalau di pesantren di sebut ustaz itu kalau sudah lulus nyantrinya, lalu jadi guru karena kualifikasinya oleh pesantren itu lalu diangkat menjadi ustaz," tutur Cholil saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (4/5).

 "Nah sekarang ini istilah ustaz sudah berubah bukan karena kualifikasinya. Oleh karena itu, kembalikan yang sebenarnya, orang yang disebut ustaz itu memiliki kualifikasi ilmu keagamaan yang baik, mengajarkan kepada orang lain," terangnya.

Dia pun menyarankan agar masyarakat untuk tidak mengundang apabila ustaz tersebut memasang tarif tinggi pada suatu acara keagamaan untuk memberikan tausiyah. Karena sesungguhnya seorang ustaz tidak akan mengambil keuntungan dari orang lain.

 "Kalau mahal nggak usah diundang, karena kalaupun ustaz yang bener-bener ustaz, tidak mungkin dia menjual ilmunya, tidak mungkin pakai tarif-tarif. Gak mungkin, karena semangatnya itu semangat menyampaikan ilmu, bukan mengambil profit dari kebutuhan orang. Oleh karena itu masyarakat yang cerdas hendaklah menyadari, orang yang masang seperti itu pasti bukan ustaz," terang Cholil. (Gibran)

Netizen kecam seorang facebooker asal Sumbar injak Alquran

Rabu, 15 Juni 2016 Add Comment
capture facebook Kapry oleh reportaseterkini
KaliandaNews.com – Seorang Pemilik akun media sosial facebook Kapry Nanda, dikecam oleh netizen, pasalnya dia menggungah foto dirinya akan menginjak kitab yang diduga Alquran.

Pada keterangan foto itu tertulis “jGn tIru adEgaN InI brO”., yang direspon pedas oleh para netizen, salah satunya yang ditulis oleh Noshiza Wulan.

“Astagfirullah, Jng main2 samo Al Quran” tulis Noshiza dalam kolom komentar status gambar Kapry. Dalam foto itu tampak lokasi pengambilan foto di lakukan di salah satu ruangan tempat umat islam melaksanakan salat. Namun belum diketahui pasti lokasi tersebut, apakah di masjid atau disebuah rumah.

Kapry saat melakukan aksi tersebut tengah memegang rokok di tangan kanannya. Foto itu diunggah pada Minggu, 12 Juni 2016 pukul 23.40 WIB

Cara Cepat Mengetahui Halaman Setiap Juz dalam Alquran

Sabtu, 11 Juni 2016 Add Comment
KaliandaNews.com – Al Qur'an adalah Firman Allah swt yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para nabi dan rasul dengan perantaraan malaikat Jibril AS, ditulis pada mushaf-mushaf kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, membaca dan mempelajari al Qur'an adalah ibadah.

Kitab Alquran diketahui cukup tebal. Dengan ketebalan tersebut terkadang menginginkan cara cepat untuk mencari Juz yang akan dibaca. Sedangkan mencari lembaran halaman demi halaman bakal makan waktu.

Berikut ini ada cara mudah dan cepat untuk mencari halaman surat dalam Alquran. Dilansir dari merdeka.com, Cara ini memang menakjubkan lantaran cuma menggunakan formula matematik yang sederhana, bisa tahu halaman pertama surat untuk setiap Juz Alquran.

Contoh 1:
Jika Anda ingin mengetahui Juz 5 itu berada di halaman berapa,
caranya: 5-1 = 4;
Hasilnya (4 perlu dikalikan dengan 2 jadi 4 x 2 = 8);
Letakkan angka 2 setelah jawaban tadi; Jadi, juz 5 berada pada halaman 82.
Sekarang lihat pada Al-Qur'an, betulkah Juz 5 itu berada pada halaman 82? Ternyata betul! Menarik bukan?

Contoh 2:
Jika Anda ingin mengetahui Juz 10 itu berada di halaman berapa,
caranya: 10-1 = 9;
Hasilnya (9 perlu dikalikan dengan 2 jadi 9 x 2 = 18).
Letakkan angka 2 setelah jawaban tadi. Jadi, juz 10 berada pada halaman 182.

Contoh 3:
Jika Anda ingin mengetahui Juz 23 di halaman berapa,
caranya: 23-1 = 22;
Hasilnya (22 perlu dikalikan dengan 2 jadi 22 x 2 = 44)
Letakkan angka 2 setelah jawaban tersebut. Jadi, juz 23 berada pada halaman 442.
Masya Allah, menakjubkan bukan?

(kld)

Presiden BEM F Hukum UBL : PUASA SALAH SATU BENTUK MILITANSI UMAT ISLAM TERHADAP ALLAH

Selasa, 07 Juni 2016 Add Comment
Harfi Ariansya Hattang
KaliandaNews.com - "PUASA merupakan salah satu wujud konkrit Militansi kita selaku hamba terhadap ALLAH SWT".

Kalimat tersebut disampaikan Presiden Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung, Harfi Ariansyah Hattang saat dihubungi tim redaksi.

Perintah Puasa yang tertuang dalam Al Qur'an Al- Baqarah Surat 183 sudah sangat jelas. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Ayat di tersebut menegaskan bahwa sasaran perintah berpuasa ditujukan pada orang yang beriman.
"Tegas sekali bahwa ALLAH menggunakan kalimat Yaa ayyuhalladzina amanu tidak menggunakan kalimat “Yaa ayyuhannas” (wahai manusia), bukan juga “Yaa ayyuhal muslimun” (wahai orang-orang Islam)" kata harfi.

Lalu apakah makna diatas ?
Menurut presiden mahasiswa Hukum Universitas Bandar Lampung yang lahir di Way Kanan Lampung ini, Penggunaan kalimat perintah yang dikhususkan pada orang-orang beriman ini memberikan gambaran bahwa kewajiban ibadah berpuasa itu, memiliki spesifikasi dan bobot ibadah yang tidak ringan dan tidak semua orang dapat melakukannya.

"Hanya untuk orang-orang beriman" pungkasnya.
Harfi juga menambahkan bahwa bahwa puasa merupakan amanah ALLAH kepada umat-nya sebagai khalifah yang dilahirkan dimuka bumi oleh karenanya harus dijalankan karena Puasa sangat memiliki keuntungan yang begitu besar. Sebagaimana firman ALLAH  “Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya…” Q.S Al-Mu’minun. (kld/ros/