Aktor tampan Fauzi Baadilla jadi kurir narkoba

Minggu, 23 Oktober 2016 Add Comment
Kaliandanews.com - Aktor tampan Fauzi Baadilla terjerat narkoba, Fauzi harus merasakan kelamnya dunia narkoba, bahkan Fauzi menjadi kurir sindikat jaringan narkoba.

Fauzi Baadilla | Foto: kapanlagi.com
"Action tentang kelamnya dunia pernarkobaan. Alasannya banyak, ada yang karena rekreasi, ada yang emang nyari duit. Ada yang gara-gara gagalnya pemerintahan, kesejahteraan sampai akhir saya mau enggak mau ngelakuin bisnis yang ilegal," ujarnya, Sabtu (22/10) kemarin saat memberi keterangan tentang film terbarunya yang mengangkat masalah narkoba.

Lakonnya sebagai seorang kurir narkoba di film tersebut, bukanlah pengalaman pertamanya berakting terkait narkoba di sebuah film. Kendati demikian, ia merasa masih harus mendalami karakternya dengan tepat.

"Enggak banyak dari kita yang sadar kalau punya teman yang juga kurir narkoba. Cuma mesti dikorek aja informasinya, biar mendalami," kata dia.

Fauzi berujar, perannya ini memberikan ketertarikan tersendiri, karena membuat orang agar lebih waspada dengan bahaya narkoba hingga HIV/AIDS. Sehingga, ia berharap, perannya di film ini mampu memberikan pesan moral yang positif.

"Ini bagus, enggak kelihatan kayak kampanye narkoba dan HIV di filmnya. Tapi sebenarnya sebagai program penyadaran biar lebih waspada bahaya narkoba." tambahnya.(viva)

Shalat Tahajud Terakhir Seorang Pecandu Narkoba

Sabtu, 22 Oktober 2016 Add Comment
KaliandaNews.Com – kisah sedih yang dialami dua orang sahabat fatin dan Amirah, Amirah adalah Sahabat yang sudah dikenal selama 15 tahun ini meninggal akibat overdosis narkoba, namun fatin sangat menyesal karena tidak sempat membantunya untuk berubah di kala dia membutuhkan dukungan dari sahabat baiknya.
Shalat Tahajud Terakhir Seorang Pecandu Narkoba
Ilustrasi (foto: Eberita.org)
Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan kesedihan yang dilalui oleh Fatin saat ini. Semoga menjadi pelajaran kepada yang lain agar jangan pernah mengabaikan teman yang bermasalah. Sesungguhnya, mereka butuhkan bantuan dan dukungan dari kita.

Fatin sekadar ingin bercerita tentang sahabatnya yang telah meninggal dunia. Sayang, selama 15 tahun bersahabat, Fatin merasa kurang memperhatikan sahabatnya itu hingga meninggal dunia.

" Salam semua, aku tak bermaksud apa-apa. Hanya sekadar berbagi cerita tentang sahabatku yang meninggal dunia."

Nama dia Amirah. Aku dengan dia memang jauh beda gaya hidupnya, bagai langit dengan bumi. Narkoba, rokok, clubbing, pukul orang, memalak, itu sudah seperti bagian hidupnya Amirah. Sementara aku dibesarkan dalam keluarga yang kuat agamanya.

Kami kenal semenjak sekolah menengah pertama. Sampai menengah atas, kami masih satu sekolah. Dia memang sahabatku. Tak tahulah kenapa. Tapi aku merasa dia jujur, tak suka bicara kasar dan biasa saja.

Dia tak pernah berlagak sok jagoan meskipun aku pernah lihat sendiri dia hajar anak lain sampai lembek.

Waktu berumur 21 tahun, aku dapat tawaran kerja yang yang bagus dan aku tinggal mengontrak bersama Amirah. Setiap hari Amirah minum alkohol, merokok. Sholat juga tak pernah, setiap malam dia pergi clubbing.

Aku mulai rasa tak enak, tapi aku tak pernah menegurnya. Mungkin karena dulu kami masih belum mengerti apa-apa. Namun setelah dewasa, dia tetap sama seperti itu. Hal itu membuatku merasa sangat sedih.

Agak lama aku jadi teman satu kontrakan Amirah, sampai aku berumur 25 tahun. Beberapa bulan sebelum Amirah meninggal, dia berbicara dengan aku.

" Wei, jangan jadi macam aku. Kau, sembahyang jangan tinggal. Narkoba, alkohol, rokok semua ini haram. Kau jangan ungkap aurat. Kau jangan buat semua ini," kata Amirah waktu itu.

Dia berbicara sambil tangannya menggulung uang kertas untuk digunakan menghisap narkoba melalui hidung. Waktu itu, pertama kali air mataku mengalir tak berhenti untuk Amirah. Aku tidak sampai tersedu-sedu, tapi air mata tak berhenti mengalir. Aku tahu Amirah dah kualitasnya. Waktu itu aku pegang tangan dia.

" Sudahlah, pekerjaanmu hebat, berpendidikan. Kau berhenti sudah dengan benda ini. Tolong stop semua ini sekali dan selamanya," kataku kepada Amirah.

Mendengar kata-kataku itu, Amirah hanya 'nyengir' dan memegang pipiku.

" 4 tahun sudah kita duduk serumah, 15 tahun sudah kita kenal. Kenapa baru sekarang kau tegur? Kau ingin masuk surga seorang diri saja?," kata Amirah sambil tertawa.

Setelah itu dia tidur, lama. Keesokkan harinya Amirah tak pergi kerja dan aku tengok dia masih tertidur di atas meja dapur.

Sepanjang hari itu aku kerja tidak tenang. Aku cukup tersentuh dengan kata-kata Amirah 'kenapa baru sekarang kau tegur'. Amirah benar, aku tak pernah ajak dia shalat, tak pernah halangi dia ambil barang haram itu atau siapkan heels untuk pergi clubbing.

Aku malah terapkan sikap tak mau mencampuri urusan teman dan tanpa sadar aku telah menjadi sahabat yang tidak baik. Aku hanya ingin masuk surga seorang diri.

Beberapa hari kemudian, aku memberanikan diri untuk mengajak Amirah sholat, menjauhi rokokdan minum bir serta menghisap narkoba. Awalnya dia hanya tersenyum saja dan masuk kamar kemudian memutar lagu kesukaannya.

Namun aku tidak berputus asa. Hampir setiap hari aku ajak dia, tapi, seperti biasa, dia mengelak saja. Tiga hari sebelum meninggal, Amirah bersedia aku ajak sholat Isya dan malamnya sholat Tahajjud.

Malam itu, kami benar-benar sholat Tahajjud. Namun karena dia tak tahu sholat, dia ikut saja gerakanku. Saat sujud akhir, lama sekali Amirah sujud. Aku tak tahan mengantuk, jadi aku tidur dulu sebab aku sudah tunggu hingga hampir satu jam, Amirah belum juga bangun dari sujudnya.

Keesokan harinya, Amirah sudah keluar kamarnya. Dia tampak gembira hari itu. Segalanya terlihat normal. Sayang, Amirah tak sholat. Dia masih merokok dan minum bir petang itu. Aku sangat marah melihat itu. Aku ambil botol bir dari tangannya dan aku banting keras ke kulkas.

Petang itu aku marahi Amirah habis-habisan. Tetapi satu kalimat yang aku ingat dari Amirah petang itu setelah dia meninggal, " Lambat sekali kalau kau perhatian sampai seperti ini, babe. Aku tak kuat kalau hanya seorang diri."

Paginya, Amirah tak keluar kamar sementara aku pergi kerja seperti biasa. Tepat jam 7 petang, aku pulang kerja dan melihat Amirah tertidur di sofa.

Tapi saat aku perhatikan, wajahnya sangat pucat dan mulutnya keluar busa. Sementara di atas meja penuh dengan 'barang-barangnya'. Aku bingung, menangis, dan menjerit minta tolong. Aku tahu bahwa sahabatku itu telah tiada.

Aku benar-benar sedih, menyesal, merasa kehilangan dan marah kepada diriku sendiri. Kenapaaku begitu egois ingin masuk surga sendiri? Kenapa baru beberapa hari yang lalu aku menegurnya?

Sepanjang perjalanan pulang kampung, aku berulang kali teringat kata-kata Amirah, 'Lambat sekali kalau kau perhatian sampai seperti ini, babe. Aku tak kuat kalau hanya seorang diri'.

Ini satu pelajaran, kalau sayang kawan jangan jadi seperti aku dan jangan anggap remeh masalah kawan. Juga jangan lari menjauh dari kawan yang kehidupannya parah. Mereka butuhkan kita, mereka benar-benar ingin kita ada. (Sumber: eberita.org / Ryd)

Tidak mau terjerumus? ini dia cara menjauhkan kita dari narkoba

Kamis, 20 Oktober 2016 Add Comment
slogan narkoba
Stop Narkoba - Walau sudah banyak yang tahu tentang bahaya narkoba, tapi tetap saja masih banyak yang terjebak untuk mengkonsumsi narkoba khususnya pelajar dan remaja. Saat ini merekalah yang menjadi incaran para bandar narkoba untuk menjual barang haram mereka. Karena pelajar dan remaja cenderung ingin tahu dan ikut-ikutan untuk mencoba hal yang baru.

Tahun 2015 saja, tercatat sekitar 5,1 juta jiwa masyarakat di Indonesia mengkonsumsi narkoba. Untuk kematian perharinya ada sekitar 50 orang yang meninggal, artinya sebanyak 18,250 orang di Indonesia meninggal tiap tahunnya karena narkoba. Dan yang lebih parahnya lagi, dari 5,1 juta pengguna narkoba sebanyak 22% pengguna adalah pelajar dan remaja. 

Data ini sangat luar biasa, tercatat setiap tahunnya jumlah pengguna narkoba terus meningkat dan jenis narkobanya juga makin bervariasi. Ada yang berbentuk cair dan ada juga yang menyerupai permen. Cara peredarannya juga cukup unik, mulai dari berpura-pura menjadi pedagang permen dan ada juga menawarkan narkoba kepada pelajar dan remaja secara gratis. 

Tujuan pengedar menawarkan narkoba secara gratis kepada pelajar dan remaja ialah tak lain untuk memberikan efek candu dari narkoba tersebut. Dan hasil akhirnya adalah, pelajar dan remaja yang sudah kecanduan akan membeli barang haram itu untuk sekedar menghilangkan sugesti atau perasaan ingin mengkonsumsi narkoba istilah bahasa kerennya adalah sakau. 

Berbagai cara dilakukan pelajar dan remaja untuk mendapatkan narkoba. Mulai dari menjual barang yang mereka punya, patungan dengan kawan dan ada juga yang rela menjadi pengedar narkoba dengan upah berupa narkoba juga. Mereka tidak lagi memikirkan resiko jika tertangkap oleh pihak yang berwajib, yang mereka tahu hanya narkoba, narkoba dan Happy (senang). Dengan demikian bandar atau pengedar akan diuntungkan, karena mereka tidak perlu repot mencari atau menawarkan narkoba.

Kalau sudah begini siapa yang dirugikan, ya diri sendiri yang dirugikan. Jika tertangkap polisi atau sampai kematian yang datang, bukan hanya diri sendiri yang dirugikan, tapi keluarga dan orang terdekat kita. Pastinya kita semua tidak ada yang mau terjebak dalam lika-liku kerasnya kehidupan narkoba. Untuk itu hargai masa muda kita, lakukan hal yang positif dan pastinya jangan pernah sedikit saja mencoba narkoba. Ada beberapa cara menghindari narkoba :

1. Jangan merasa minder
Ini yang sering terjadi di kehidupan pelajar dan remaja. Karena mereka sedang mecari jati diri, ada perasaan minder dan malu jika berkumpul atau berteman dengan seseorang yang lebih dari kita. Untuk menghilangkan rasa minder itu mereka lakukan dengan cara mengkosumsi narkoba. Ingat setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya sendiri.

2. Memilih teman
Dalam peredarannya, narkoba sangat dekat dengan lingkungan kehidupan kita terutama teman. Ya benar, karena banyak dari pelajar dan remaja ini terkena pengaruh dari teman untuk mengkosumsi narkoba. Teman yang baik tidak akan menjerumuskan kita kedalam hal yang negatif.

3. Laporkan
Ya jangan merasa takut jika dilingkungan kita, ada yang kita tahu mengkosumsi atau mengedarkan narkoba. Dengan kita melaporkan kepada pihak berwajib, kita sudah jadi pahlawan karena telah menyelamatkan beberapa orang dari bahaya narkoba.

4. Bentengi diri
Selain melalakukan kegiatan yang positif, kita juga harus membentengi diri dengan ibadah. Mendekatkan diri dengan tuhan adalah cara ampuh untuk menjauhkan kita dari narkoba. 

5. Tolak narkoba
Kita harus menanamkan dalam diri kita untuk tidak terpengaruh masuk kedalam dunia narkoba. Salah satunya menolak tegas kepada seseorang yang menawarkan kita narkoba. Ingatkan dalam pikiran kita dan hati kita untuk menjauhi narkoba dan katakan STOP NARKOBA. 

Artikel : Boby Erlanda

Dor! Bandar sabu 100kg tewas di tembak BNN

Selasa, 18 Oktober 2016 Add Comment
KaliandaNews.com - BNN sukses membekuk 3 warga Aceh Tamiang yang menjadi bandar sabu 100 kg. Ketiganya ditangkap di depan Komplek Perumahan Imperium, tepatnya di depan Rumah Sakit (RS) Bina Kasih. 1 bandar tewas karena melawan petugas saat akan di bekuk. bandar narkoba itu roboh setelah timah panas menembus dadanya. Sementara kedua rekannya berhasil dibekuk.
bandar sabu tewas di tembak bnn di medan
Foto: ist
Ketiga tersangka adalah Abdul Manan (51), warga Aceh Tamiang; Irwan (33), warga Aceh Tamiang dan Jum, warga Kuala Simpang. Nama terakhir inilah yang tewas ditembak petugas.

Informasi dihimpun, pihak BNN yang dipimpin Brigjen Eko Danianto dan Kompol Satria sempat kejar-kejaran dengan pelaku yang menggunakan mobil Toyota Rush Nopol BK 1804 PK.

Sesampainya di Jalan TB Simatupang, tepatnya di depan perumahan Imperium, petugas BNN berhasil menghentikan mobil pelaku, namun tersangka berupaya melarikan diri. hingga akhirnya para tersangka dapat dibekuk.

Dua pelaku kini diamankan di kantror BNNP Sumatera Utara untuk menjalani pemeriksaan.

"Dua pelaku yang ditangkap saat ini diamankan di BNNP Sumut," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Eko Daniyanto kepada detikcom, Rabu(19/10/2016). (medan satu)

Diduga mengandung narkotika, BNN lakukan uji lab permen jari, ini hasilnya

Minggu, 16 Oktober 2016 Add Comment
Permen jari
Kaliandanews.com - Terkait isu yang beredar di media beberapa waktu yang lalu, bahwa permen jari mengandung narkotika, BBN melakukan uji lab terhadap permen tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi keresahan masyarakat mengenai peredaran permen yang di import dari China tersebut.

Berikut press release BNN dari hasil uji lab permen jari.

*PRESS RELEASE*
---------------------------------
*KLARIFIKASI PEMBERITAAN TERKAIT PERMEN JARI*
Jakarta, 17 Oktober 2016
B/PR-81/X/2016/HUMAS
---------------------------------
Beberapa waktu lalu tersiar kabar tentang permen jari yang diduga bisa menyebabkan anak kecanduan dan membuat banyak orang tua resah. Masyarakat mengkhawatirkan bahwa permen ini mengndung zat berbahaya seperti narkotika.

Terkait pemberitaan tersebut diinformasikan bahwa permen jari masuk ke Indonesia diimpor secara legal oleh PT Rizki Abadi Jaya Anugerah, dengan nomor registrasi B POM RI ML 824409085492.

Guna menindaklanjuti keresahan masyarakat tentang dugaan narkotika dalam permen jari, Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pengujian/pemeriksaan laboratorium khususnya aspek narkotika terhadap permen tersebut.

Dari hasil pengujian/pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh Balai Uji Laboratorium Narkoba BNN didapatkan hasil bahwa *TIDAK DITEMUKAN KANDUNGAN NARKOTIKA* pada permen jari yang dimaksud.

Oleh karena itu, BNN berharap agar masyarakat tidak lagi resah terhadap pemberitaan terkait permen jari yang saat ini beredar. Namun demikian, masyarakat harus tetap *WASPADA* terhadap ancaman narkotika yang saat ini muncul dalam berbagai bentuk dan jenis.

*#stopnarkoba*
*HUMAS BNN*