Terkait Video Polisi Minta Uang, Kasat Lantas Labuhanbatu Dicopot

Kamis, 29 September 2016 Add Comment


Kaliandanews.com – Terkait kasus tawar menawar 4 orang Polisi yang videonya beredar didunia maya. Kasat Lantas Polres Labuhanbatu AKP WS Muchtar Hasibuan dicopot dari jabatannya. Muchtar di tarik ke Polda Sumut dengan jabatan sebagai Paur 3 Subbid Penmas bidang humas. Pencopotan ini sesuai dengan Telegram Rahasia (TR) Kapolda Sumut No. SR/1087/IX tanggal 23 September. 

Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie membenarkan pencopotan tersebut “iya, ada mutasi rutin dari Polda dengan personel lainnya,” singkat Teguh, Rabu (28/09).
Diberitakan sebelumnya, 4 oknum polisi tersebut adalah Aipda AS, Aipda DM, Bripka S dan Bripka TM melakukan aksi tawar menawar tilang dengan beberapa pengendara. (*/yb)

Berikut Penjelasan Krishna Murti Soal Isu Dirinya Menganiaya Wanita

Jumat, 16 September 2016 Add Comment

Foto : Merdeka
Media sosial dihebohkan dengan isu seorang wanita yang wajahnya dibalut perban, karena dianiaya oleh seorang perwira Polisi yang kini menjabat di Lampung.

Foto viral itu kemudian dikaitkan ke Kombes krishna Murti Krishna sebelum menjadi Wakapolda Lampung menjabat sebagai Dirreskrimum Mapolda Metro Jaya.

Foto : istimewa
"Saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh Divisi Propam untuk kebenaran fakta tersebut," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar.

Boy mengaku belum mengetahui identitas wanita tersebut. "Itu bagian penyelidikan, tidak bisa dirinci," tuturnya dilansir dari Merdeka.com

"Awalnya saya enggak tahu ada berita itu, tapi tiba-tiba itu viral di media sosial, saya enggak tahu berita apa, tapi tiba-tiba saya kenapa dikaitkan," kata Krishna saat dihubungi, Kamis (16/9).

Berikut tanya jawab dengan Krishna:

Seperti apa awal mula cerita foto itu ramai di media?

Saya enggak tahu berita apa, tapi tiba-tiba saya kenapa dikaitkan. Supaya jelas, maka saya serahkan ke Propam Mabes Polri untuk menyelidiki. Tidak ada yang melaporkan saya, karena saya yakin kalau saya tidak melakukan itu.

Tapi kenal sama wanita itu?

Kalau perempuannya yang beredar Instagram, foto sama saya itu, saya tahu. Dia pernah foto sama saya di ruangan, tapi kalau foto (perempuan) dianiaya yang katanya saya melakukan dan dia korbannya, itu saya enggak tahu, engga kenal. Tapi saya percaya kalau foto (wanita dianiaya) itu bukan rekayasa, tapi bukan (yang dikenal), kan banyak orang. Kalau foto sama dia (yang di Instagram), itu kan kesannya berdua di ruangan saya, nah jadi itu foto enggak berdua, lagi banyak orang di kantor kaya biasa, itu pas lagi rapat. Nah dia minta selfie kaya biasa lah pada minta selfie. Kamu kan tahu lah dulu gimana saya.

Lagian saya sudah cek langsung dari Lampung, saya tanya ke dia (wanita di Instagram) soal kejadian itu, dia bilang enggak ada penganiayaan, enggak benar beritanya.

Yang di Instagram itu foto kapan pak?

Foto lama, itu udah lama

Katanya istri siri?

Hahahaha...ya engga lah, ada ada saja. Biasa saja minta selfie, kan banyak yang mau selfie.

Kabarnya ada yang diperiksa Propam?

Nah itu dia enggak laporan, dia hanya ditanya karena gara-gara itu nama dia disangkutin, saya minta diselidiki biar ada penjelasan. Saya lihat terakhir di berita, terus saya tanya dia, bukan penganiayaan dia bilang baik-baik saja. Makanya dia juga enggak tahu. Makanya semua diselidiki biar nanti semua terang. Intinya saya enggak tahu cerita, intinya saya tahu itu saja, di kantor banyak yang tahu.

Respons keluarga gimana ada kabar seperti ini?

Ini kan risiko sebagai polisi salah satunya ini, keluarga saya sempat terpukul. Awalnya mereka mengira benar terjadi, tetapi setelah dijelaskan ya akhirnya mereka ngerti. Mereka paham lah kerja saya, dan enggak mungkin saya begitu. Intinya saya menegaskan bahwa saya enggak pernah melakukan hal itu.

Divisi Mabes Polri mengaku sudah mengetahui isu penganiayaan yang dilakukan seorang perwira Polri. Saat ini, kebenaran kabar tersebut sedang diselidiki. (yb/lia/red)

Sumber : merdeka.com

Wakapolda Lampung Dilaporkan ke Mabes Polri Karena Aniaya Wanita

Kamis, 15 September 2016 Add Comment
Foto : Merdeka/muhammad luthfi rahman
Kaliandanews.com - Wakapolda Lampung Kombes Krishna Murti dilaporkan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri, karena menganiaya seorang wanita.

"Betul," kata Kadiv Propam Mabes Polri Irjen M Iriawan saat ditanya wartawan apakah Krishna Murti yang dilaporkan dalam kasus penganiayaan tersebut, Jumat (16/9).

Iriawan menambahkan, saat ini pihaknya tengah menyelidiki laporan tersebut. Namun, Iriawan masih belum mau mengungkap siapa wanita yang melaporkan Krishna.

"Sedang kita selidiki," ucap dia.

Sebelumnya, tersiar kabar melalui media sosial adanya peristiwa penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Wakapolda Lampung, Kombes Krishna Murti. Krishna diduga telah melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita.

Namun, saat dikonfirmasi terkait hal itu, Krishna membantahnya. Dia berkelit tidak melakukan penganiayaan seperti yang beredar di dunia maya.

"Saya tidak tahu mengapa dikaitkan dengan kabar tersebut, dan saya sama sekali tidak melakukannya," kata Krishna dilansir dari merdeka.com. (kld/yb)

Sumber : merdeka.com

Terduga Pelaku Pembunuh Polisi di Bali ditangkap

Jumat, 19 Agustus 2016 Add Comment
Ilustrasi
Ilustrasi

Kaliandanews.com - Polisi tangkap dua orang yang diduga membunuh Aipda I Wayan Sudarsa, anggota polisi lalulintas Polsek Kuta di Pantai Kuta Bali. Keduanya ialah Sarah Connor warga Australia dan David Taylor warga Inggris.

Dilansir dari Detikcom, menurut Kapolda Bali Irjen Sugeng Priyanto penangkapan dilakukan di depan Konjen Australia di Bali, Jumat (19/8/2016).

"Tersangka memang mau menyerahkan diri lewat Konjen, kami kerjasama dan dilakukan penangkapan," terang Sugeng.

Sarah setelah beberapa hari buron, akhirnya melapor ke Konjen Australia. Dia siap menyerahkan diri. Sarah kemudian mengontak pacarnya David untuk datang ke Konjen. Polisi yang sudah berkoordinasi dengan pihak Konjen dan kepolisian Australia kemudian melakukan penangkapan.

"Keduanya masih diperiksa. Yang perempuan mengaku lupa kejadiannya karena mabuk dan yang pria mengaku menunggu pengacaranya. Kami terus periksa," sambung Sugeng.

Peristiwa pembunuhan itu dilakukan pada Rabu (17/8) dini hari. Berdasarkan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi, Wayan Sudarsa yang memakai seragam polisi dan malam itu sedang dinas, terlibat cekcok dengan seorang pria bule.

Untuk kronologi lengkapnya, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan menunggu keterangan dua tersangka berusia 30-an tahun ini.

"Korban anggota meninggal akibat pukulan benda tumpul di kepala yang merusak otaknya," tutup Sugeng. Dua tersangka ditahan di Mapolresta Denpasar. (editor : kld)