Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Garut dan Sumedang Tewaskan 10 Orang

Selasa, 20 September 2016 Add Comment
Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Garut dan Sumedang Tewaskan 10 Orang
Ilustrasi Bencana Alam

Kaliandanews.com - Tingginya Intensitas hujan menyebabkan Kabupaten Garut dan Sumedang diterjang Bencana Tanah Longsor dan Banjir Bandang. 10 orang tewas dan tiga orang lainnya belum ditemukan dalam musibah bencana alam ini. Daerah yang terkena banjir bandang adalah Bayongbong, Tarogong, Kidul, Tarogong Kaler, Banyu Resmi, Karangpawitan, Kabupaten Garut, Rabu (21/9) pukul 01.00 WIB.

Meluapnya air sungai Cimanuk dan Cikamuri yang disebabkan derasnya hujan dengan durasi yang cukup panjang sejak Selasa malam. Mengakibatkan banjir mencapai ketinggian 1,5 meter hingga 2 meter. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan penggulangan Bencana menyampaikan, "Debit air kedua sungai tersebut secara cepat setelah hujan deras kemarin, pada selasa pukul 20.00 WIB. Banjir setinggi lutut atau 50 cm dan naik tiga kali lipat dalam tiga jam". Ucap Sutopo Purwo Nugroho.

"Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Garut, terdapat 8 orang tewas,  1 orang hilang, 4 orang luka berat, 26 orang luka ringan, dan ratusan pengungsi," kata Sutopo melalui keterangan pers, Rabu pagi.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat terus melakukan pencarian dan penyelamatan korban. Ratusan pengungsi ditempatkan di kantor Korem. BPBD Provinsi Jawa Barat membantu penanganan darurat. Posko dan dapur umum telah didirikan. Bupati Garut menunjuk Dandim sebagai komandan tanggap darurat. Hingga saat ini pendataan masih dilakukan.

Sutopo menambahkan, Hujan akan terus meningkat hingga puncaknya Januari 2017 mendatang, oleh karnanya masyarakat dihimbau agar terus meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana banjir dan tnah longsor. "La Nina, dipole mode negatif dan hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan hujan melimpah, lebih besar dari normalnya sehingga dapat memicu banjir dan longsor," tambahnya dikutip Merdeka. (*AY)

Petugas PT KAI Tewas Tertimbun Longsor

Sabtu, 17 September 2016 Add Comment
Foto : Antara/Adeng Bustomi/nz/16
Kaliandanews.com - Petugas PT KAI tewas tertimpa longsor susulan yang terjadi di KM 238 Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (17/09), Malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Kundang Sodikin mengatakan identitas korban Maman (50) warga Cipendey, Kabupaten Garut.

"Korban ditemukan setelah petugas menggali tanah longsoran selama satu jam, korban ditemukan oleh tim dalam kondisi telungkup dan lemas diperkirakan telah meninggal," katanya.

Ia mengatakan hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya hingga menyebabkan tanah tebing di pinggir jalur rel tersebut longsor.

Petugas lapangan PTKAI yang berjumlah empat orang, kata Kundang, langsung membersihkan material tanah longsoran yang berlokasi sekitar jembatan jalan raya Tasikmalaya-Bandung.

"Waktu empat orang sedang membersihkan longsoran pertama, longsoran kedua menyusul, tiga orang dapat menyelamatkan diri, sedangkan satu orang tertimbun," katanya.

Korban akhirnya dapat ditemukan oleh rekannya yang selamat, selanjutnya dibawa ke Puskesmas Ciawi.

Akibat longsoran tanah sepanjang 15 meter, lebar 2 meter dan tinggi 8 meter itu mengganggu perjalanan kereta api dari arah Bandung menuju Tasikmalaya maupun sebaliknya.

Kepala Stasiun Tasikmalaya, Toni Heryanto membenarkan longsoran tanah di jalur rel itu menyebabkan keterlambatan sekitar 2 sampai 4 jam.

"Tanah longsor yang terjadi itu telah memperlambat kereta api antara lain Turangga, Lodaya dan Kahuripan," katanya dilansir dari Antara.

Ia mengatakan petugas dari PTKAI sudah membersihkan material longsoran tersebut hingga akhirnya kereta api dari arah barat maupun timur dapat melewati jalur tersebut. (yb/ant/rsl)