Lampung Selatan Tampilkan 12 Tupping Keratuan Darah Putih

Minggu, 28 Agustus 2016 Add Comment
12 Tupping Keratuan Darah Putih

Kaliandanews.com, Bandar Lampung - Lampung Selatan usung 12 Tupping Keratuan Darah Putih dalam parade Budaya Adat yang merupakan rangkaian Festival Krakatau 2016, Minggu (28/08), Siang.

Tupping adalah sebuah topeng kayu dengan berbagai karakter tokoh dan ekpresi yang berbeda-beda. Tiap daerah mempunyai jumlah Tupping yang berbeda.

12 Tupping Keratuan Darah Putih

Pada zaman dulu, Tupping memiliki nilai sakral yang sangat tinggi, oleh karena itu, setiap Tupping dipakai oleh orang yang hanya memiliki garis keturunan tertentu.

Ke 12 Tupping itu adalah :
1. Ikhung tebak
2. Ikhung cungak
3. Luakh takhing
4. Jangguk khawing
5. Banguk khabit
6. Bekhak banguk
7. Mata sipit
8. Banguk kicut
9. Pudak bebai
10. Mata kadugok
11. Matta kiccong
12. Ikhung pisek

Peserta Pawai Kabupaten Lampung Selatan
Disela-sela acara, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan, Ike Sumartati Yuliasari, berharap dapat bekerjasama dengan semua kalangan untuk melestarikan Tupping.

"Kita berharap dapat melestarikan budaya dan adat Tupping, melalui promosi pariwisata di luar Lampung Selatan, karena ini merupakan salah satu budaya yang merupakan ciri Lampung selatan, juga untuk mengangkat pahlawan Radin Inten II," ucap Ike.

"kenapa kita ambil tupping, karna memang tupping menjadi tema dalam karnaval untuk meraih rekor Muri 1500 tuping," tegasnya.

Tokoh Pahlawan Nasional Radin Inten II
Lampung Selatan sendiri membawa sekitar 110 peserta. Ada juga peserta yang tampil sebagai Pahlawan Nasional asal desa Kuripan, Lampung Selatan, Lampung yaitu Radin Inten II.

Menurut Yogha (Raden Mas Kesuma Ratu), "acara tadi cukup memuaskan, karena memang kita mempersiapkannya sudah cukup lama untuk mengikuti festival ini, namun sangat disayangkan tadi itu sebelum peserta berada di posisi untuk tampil, musiknya sudah main duluan dan kami baru mengetahui peserta dari kabupaten Lampung Timur, tampil bersamaan dengan kami, jadi kami agak sedikit kaget, jdi penampilan kami juga kurang maksimal," ucap salah satu mekhanai Lamban Balak Kuripan.

"mungkin lain kali sebelumnya panitia bisa koordinasi lagi supaya tidak terjadi hal seperti ini lagi," tambah Yogha. (AY)

Gubernur Lampung Lepas Peserta Pawai Budaya Daerah Lampung

Add Comment
Gubernur Lampung beserta Forkopimda Provinsi Lampung

Kaliandanews.com, Bandar Lampung - Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo melepas Pawai Budaya Daerah, dalam rangkaian acara Festival Krakatau di Lapangan Enggal, Bandar Lampung, Minggu (28/08), Siang.

Acara yang diikuti oleh seluruh Kabupaten dan Kota se-Lampung ini, dimulai dari lapangan Enggal, Bandar Lampung, menuju bundaran Gajah dan kembali lagi ke lapangan Enggal.

Tuping Lampung Selatan

Peserta Pawai Budaya Daerah ini, diwajibkan menggunakan pakaian adat daerah masing-masing, dengan tujuan untuk memperkenalkan adat budaya daerah yang ada di Lampung. Misalkan kabupaten Lampung Selatan menggunakan pakaian adat Tuping.

Penonton juga sangat terhibur dengan adanya acara ini. Indah (38) sengaja membawa ke dua anaknya untuk melihat pawai ini.

"Sengaja mas ngajak anak saya, biar mereka tau kalo Lampung ini kaya budaya dan adat. Mereka juga seneng, apalagi ada yang pake topeng," ucap Indah. (AY)

Lampung Treasure of Sumatera, Brand Baru Wisata Lampung

Add Comment
Forum Diskusi Lampung Segalow menggelar diskusi seri kedua bertajuk "Apa Kabar, Turisme Lampung?" di Cafe Dawiels Bandarlampung, Sabtu (27/8). (FOTO: ANTARA Lampung/Ist)
Ya
Kaliandanews.com - Lampung kian serius menggarap industri pariwisata, salah satunya akan meluncurkan brand baru "Lampung The Treasure of Sumatera" (Lampung Harta Terpendam di Sumatera)  hal itu diungkap dalam diskusi komunitas jurnalis, di Bandarlampung, Sabtu (27/8) kemarin.

Dalam Forum Diskusi Lampung Segalow, sebuah kelompok diskusi bagi komunitas jurnalis yang kembali menggelar seri yang kedua bertajuk "Apa Kabar, Turisme Lampung?" di Cafe Dawiels Bandarlampung menghadirkan pembicara Erlina Wakil Bupati Pesisir Barat, Choiria Pandarita Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Admi Syarif penggiat pariwisata, dan Irvan Mahidin dari Dyandra Promosindo, dengan moderator Yusdianto, akademisi Universitas Lampung (Unila).

Menurut Khairul Anom, salah satu panitia dan penggagas forum diskusi ini, topik tersebut dibahas untuk menggali berbagai isu terkait dengan pengembangan pariwisata di Lampung, apalagi saat ini warga Lampung sedang menjalani hari-hari perayaan Lampung Krakatau Festival 2016.

Kepala Dinas Pariwisata Lampung Choiria Pandarita dalam pemaparannya menyatakan bahwa Festival Krakatau yang rutin digelar setiap tahun, kali ini memulai geliat baru, salah satunya dengan peluncuran brand baru wisata Lampung: "Lampung The Treasure of Sumatera".

Logo Lampung Treasure of Sumatra

Ia menjelaskan bahwa Dinas Pariwisata Lampung mulai menjalankan roadmap pariwisata. Salah satunya adalah membangun konektivitas antarobjek wisata di Lampung.

Sedangkan Erlina, Wakil Bupati Pesisir Barat menjelaskan bahwa daerahnya memiliki objek-objek wisata kelas dunia. 

Sekalipun begitu, ia menyadari bahwa ada banyak persoalan, terutama terkait insfrastruktur jalan menjadi problem dalam pengembangan pariwisata di Pesisir Barat, pemekaran dari Kabupaten Lampung Barat. 

"Namun, saya sekarang memulai dari apa yang ada. Apalagi masyarakat Pesisir Barat sesungguhnya adalah masyarakat yang terbuka dan sudah memiliki kesadaran tentang pentingnya pariwisata," ujarnya lagi. 

Ia juga menyebut bahwa budaya warga Pesisir Barat memiliki tingkat keramahan tinggi dan jauh dari kriminalitas. "Tidak ada maling di Pesisir Barat, mengingat warga kami adalah tipe pekerja," katanya pula.

Admi Syarif menambahkan bahwa membangun pariwisata tidak bisa dengan cara-cara yang konvensional. "Juga tidak harus dengan memperbanyak hotel-hotel berbintang lima," ujarnya lagi. 

Menurutnya yang terpenting adalah keterlibatan masyarakat untuk menumbuhkan budaya yang ramah terhadap turis, termasuk juga tumbuh ekonomi kreatif. 

Admi percaya bahwa warga Lampung sebenarnya memiliki potensi adaptif dengan kepariwisataan. "Mereka hanya butuh contoh. Mereka butuh tindakan nyata dari para pemimpin untuk bekerja langsung memperbaiki keadaan, misalkan soal kebersihan. 

Admi menambahkan bahwa kendala utama turisme Lampung adalah faktor geografis sehingga antarobjek wisata andalan menyebar dan jauh serta tidak terintegrasi.

Selain itu, Irvan Mahidin sebagai praktisi pariwisata memaparkan bahwa faktor geografis Lampung memiliki kecocokan dengan industri wisata event. 

Ia menyarankan Provinsi Lampung perlu fokus untuk mempromosikan event-event unggulan yang memiliki daya tarik wisata tinggi ke masyarakat luar, sehingga semakin dikenal dan akan didatangi wisatawan. 

ANTARA