Ditemukan Mayat Wanita terapung di Pantai Embe Merak belantung Kalianda

Minggu, 09 Oktober 2016 Add Comment
Ditemukan Mayat Wanita terapung di Pantai Embe Merak belantung Kalianda
Mayat Wanita ditemukan di pantai Embe Merak Belantung| foto : Riky Putra / facebook
KaliandaNews.com, Kalianda - Telah ditemukan Mayat seorang wanita berumur 35 tahun di Pantai Embe Merak belantung. Mayat ini ditemukan terapung dipinggir pantai dalam keadaan meninggal dunia. Kuat dugaan mayat tersebut meninggal dengan motif bunuh diri,Senin (10/10) pagi.

Berdasarkan data yang dihimpun dari salah satu akun facebook milik Riky Putra, mayat tersebut merupakan warga Pulau Jaya kecamatan Palas " Telah ditemukan mayat wanita berumur 35 tahun . Warga pulau jaya kecamatan Palas,di Pantai Embe Merak Belantung. Menurut saksi wanitaini masuk pukul 6:25 WIB dan ditemukan oleh petugas pukul 7: 10 WIB dalam kondisi terapung di pinggir pantai, belum jelas motif dari meninggalnya wanita ini, tapi dugaan kuat wanita ini meninggal dengan cara bunuh diri. yang tau tolong di informasikan kepada keluarganya" ungkap Riky pada akun facebooknya.
Ditemukan Mayat Wanita terapung di Pantai Embe Merak belantung Kalianda
Penemuan Mayat dipantai Embe Merak Belantung kalianda | foto Riky Putra/ facebook

Menurut Ninik kurniawati, " wanita ini mempunyai masalah dengan kepribadiannya  Mohon mf ya semuanya.. tolong jangan neting, dy tetangga sy dan ada masalah dg kepribadiannya.. harap dimaklumi terimakasih atas informasinya. semua diluar kendali"  tulis ninik pada komentarnya

Hingga kini terlihat sudah ada pihak kepolisian yang berada dilokasi , terkait di temukannya mayat wanita di Pantai Embe Merak Belantung. ( Ay)

Pawai obor HUT RI ke-71 di Kalianda berlangsung meriah, bahkan peserta ada yang pingsan di jalan

Selasa, 16 Agustus 2016 Add Comment

KaliandaNews.com – Untuk memperingati HUT kemerdekaan RI yang ke-71, Pemkab Lampung Selatan kembali menggelar pawai obor yang diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan PNS, Pelajar dan Mahasiswa, Selasa (16/8) malam.

Para peserta pawai obor dilepas dari komplek Kantor Bupati Lampung Selatan lalu mengitari jalan-jalan protokol di Kota Kalianda. Tampak kerumunan masyarakat yang antusias menyaksikan acara rutin tahunan tersebut.

Kemeriahan terpantau disepanjang jalan yang dilintasi oleh para peserta, ribuan masyarakat berkumpul, bahkan jalan-jalan protokol di Kota Kalianda padat merayap yang di dominasi oleh kendaraan roda dua.

Hiruk pikuk dari para peserta khususnya pelajar sangat mendominasi pawai tersebut, sebab selain membawa pasukan pembawa obor, perwakilan sekolah juga mengirimkan marching band yang memainkan instrumen lagu mars perjuangan. Bahkan saking semangatnya ada pelajar putri yang kelelahan lalu pingsan di tengah perjalanan.

“ Ambulan-ambulan!” teriak salah satu pembimbing dari perwakilan sekolah sambil membopong peserta yang pingsan.

Sementara menurut Erlan,  salah satu penonton yang berhasil KaliandaNews.com wawancarai mengatakan bahwa acara semacam ini ada baiknya lebih ditingkatkan, sebab menurut dia dari tahun ke tahun tidak ada perubahan.

“ Dari tahun ke tahun tampaknya sama ya bang, mungkin lebih seru lagi ada semacam parade sambil membawa miniatur gedung atau simbol-simbol keberhasilan lamsel” kata Erlan.

“ Tapi setidaknya ini sudah cukup menghibur warga Kalianda yang haus kan hiburan” lanjut Erlan menambahkan. (kld)

Alhamdulillah, Bapak M Tohir Aji Penderita Kanker, Akhirnya di Bawa ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta

Selasa, 21 Juni 2016 Add Comment
Bapak M Tohir Aji di jemput untuk di bawa ke Jakarta | Foto: Hendra
Kaliandanews.com - M Tohir Aji (61) warga Desa Sukaratu Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Lampung, yang mengidap penyakit kanker kulit selama 8 tahun akhirnya dibawa kejakarta.

Informasi mengenai keberangkatan suami dari Ibu Maimunah ini disampaikan oleh Hendra, seorang tokok pemuda Lampung Selatan yang sejak awal memperjuangkan M. Tohir untuk mendapatkan perawatan medis.

“ Alhamdulillah, tadi pagi bapak kita M. Tohir Aji di jemput ambulance dari Yayasan Peduli Generasi lampung, dibawa ke RS Bob Bazar Kalianda untuk mendapat rujukan selanjutnya,” terang Hendra kepada KaliandaNews.com saat di konfirmasi via telepon. Selasa (21/6) siang.

Ambulance yang membawa Bapak M. Tohir Aji | Foto: Hendra
 “Setelah mendapat rujukan dari RS. Bob Bazar, Bapak Tohir akan melakukan cek up di RSUD Abdoel Moloek Bandar Lampung, Mungkin Besok baru diberangkatkan ke RS Cipto jakarta” lanjut Hendra.

Hendra pun menerangkan bahwa bapak M Tohir akan mendapatkan perawatan secara gratis melalui BPJS Kesehatan di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Selagi menunggu keberangkatan ke Jakarta, malam ini bapak Tohir bermalam di Rumah Singgah Peduli yang disediakan oleh Yayasan Peduli Generasi Lampung di Bandar Lampung.

“ Malam ini Bapak Tohir dan keluarga akan menginap di Rumah Singgah Peduli milik Yayasan Peduli Generasi lampung , mudah-mudahan besok bisa langsung dibawa ke Cipto. Selama dijakarta selain akan di temani oleh Ibu Maimunah dan putranya Jukri, Bapak Tohir Juga akan di kawal oleh Mucthar Wahid yang merupakan tokoh pemuda Lamsel, Doakan saja semoga semua urusan disana lancar “ Tutup Hendra.

Keluarga Bapak M Tohir Aji di Rumah Singgah Peduli | Foto: kaliandaNews.com
Saat KaliandaNews.com menelusuri keberadaan M Tohir Aji di Rumah Singgah Peduli, benar saja Bapak Tohir bersama Istri dan putranya Jukri berada disana, kedatangan KaliandaNews.com untuk meneruskan bantuan berupa air mineral yang bisa digunakan untuk proses terapi. Bantuan tersebut kaliandaNews.com terima dari salah satu donatur dari Bandar Lampung.
Penyerahan Donasi berupa Air Mineral terapi | Foto : KaliandaNews.com

“Terimakasih nak, semoga air ini bisa membantu kesembuhan bapak” ucap Ibu Maimunah terharu.

Selain berupa air mineral untuk terapi, rencananya Mahasiswa HIMA HAN (Hukum Administrasi Negara) Universitas Lampung juga akan melakukan penggalangan dana untuk membantu meringankan biaya pengobatan bapak M. Tohir Aji.

Penggalangan Dana di Kalianda | Foto: Hendra
Sementara itu di Kalianda, sejak kemarin hingga hari ini dan beberapa hari kedepan penggalangan dana akan terus di lanjutkan sebagai bentuk solidaritas antar sesama. Terlebih pemberitaan mengenai penderitaan bapak M. Tohir telah menjadi viral dan perbincangan hangat di dunia maya. Betapa tidak hampir 8 tahun lamanya Bapak M. Tohir harus merasakan sakitnya tanpa perawatan medis dikarenakan tidak mempunyai biaya untuk berobat. (kld)

Masa Geruduk Rumah Diduga Pelaku Pembunuhan Abi, Ada Apa?

Kamis, 02 Juni 2016 Add Comment
Suasana di Lokasi Rumah OK | Foto: KaliandaNews.com
 Kaliandanews.com, Kalianda - Rumah salah satu tersangka kasus pembunuhan Sabilal Gibran atau Abi (13), yang kini masih buron yaitu OK, didatangi ratusan orang, Kamis (02/06) pukul 16.00 WIB.

Masa yang datang ini adalah masa yang sempat memadati pantai Ketang, Kalianda, untuk menyaksikan reka ulang kasus pembunuhan Sabilal Gibran atau Abi (13) warga desa Maja, kecamatan Kalianda.

Menurut keterangan salah seorang warga yang berada disekitar rumah orang tua pelaku OK, rumah tersebut sempat menjadi sasaran kekesalan masa dengan melempari rumah orang tua tersangka dengan batu.

"Banyak anak-anak muda turun dari motor, motornya di parkir di depan rumah orang tua pelaku trus pada ngelemparin batu,"kata Mei.

"Pas dilemparin itu ada orang didalem rumahnya, pada ketakutan trus nelpon polisi," lanjut Mei.

Tidak lama setelah masa melempari batu dirumah orang tua tersangka OK, Polisi datang untuk mengamankan lokasi dan meredam emosi masa, perlahan masa pun membubarkan diri. (kld)

Warga Padati Pantai Ketang, Rekonstruksi Pembunuhan Abi Hari ini Batal

Add Comment
pantai ketang
Pantai Ketang Kalianda | Foto: KaliandaNews.com

Kaliandanews.com, Kalianda - Warga memadati pantai Ketang, Kalianda, Kamis (02/06), untuk menyaksikan reka ulang kasus pembunuhan Sabilal Gibran atau Abi (13) warga desa Maja, kecamatan Kalianda.

Rencana awal reka ulang yang akan digelar pukul 15.00 WIB , tapi sampai pukul 15.30 WIB reka ulang tersebut tidak juga dilaksanakan.

Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Kalianda Aiptu Hadi Efendi reka ulang akan dilakukan, Jumat (03/06) pagi.

"hari ini batal dilakukan reka ulang, kemungkinan besok sekitar jam 08.30 WIB, tapi tempat belum ditentukan. Apa di TKP atau di Polres," kata Hadi.

"Karena Kapolres juga sedang tidak ada disini, makanya reka ulang ditunda," lanjut Hadi.

Ikhsan salah seorang warga yang ingin menyaksikan reka ulang tersebut merasa kecewa, karena mereka telah menunggu lama. "Udah dari tadi bang nunggu disini, tapi kayaknya gak jadi bang. Padahal mah pengen bener ngeliat langsung," ucap Ikhsan. (Kld)