Polda Lampung Cekal Lima Tersangka Gratifikasi RSUD Bob Bazar Kalianda

Kamis, 15 September 2016 Add Comment

RSUD Bob Bazar
Kaliandanews.com, Lampung – Polda Lampung mengeluarkan surat pencekalan lima tersangka yang menjadi DPO kasus gratifikasi pengadaan alat kesehatan di RSUD Bob Bazar, Kalianda, Lampung selatan, salah satunya adalah direktur RSUD Bob Bazar Kalianda, Armen Patria.

"Surat itu sudah dikeluarkan kemarin dan telah kita kirimkan permohonan pencekalan ke Kejaksaan Agung sehingga kelima tersangka tersebut dapat segera ditangkap," kata Wakil Dirkrimsus Polda Lampung, M Anwar di Bandarlampung, Rabu, dilansir dari Antaranews.

Menurut dia, selain pencekalan yang sudah dikirimkan ke Kejagung dan Kemenkum Ham, kelima tersangka juga telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

"Kelimanya sudah resmi kami tetapkan sebagai DPO sejak Selasa (13/9)," kata Anwar.

Penetapan DPO itu, Dia melanjutkan, karena para tersangka sebelumnya telah dua kali dilakukan pemanggilan untuk dilimpahkan. Namun para tersangka tidak memenuhi panggilan penyidik.

"Kami sudah lakukan upaya paksa dan penjemputan di tempatnya masing-masing, namun para tersangka tidak ada di tempat, sehingga kami keluarkan surat DPO," kata dia.

Keputusan DPO kelima tersangka tertuang dalam surat yang diterbitkan Polda Lampung dalam hal ini Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung dengan nomor: DPO/8/IX/Subdit III/Ditreskrimsus. DPO atas nama Armen Patria.

Nomor DPO/9/IX/Subdit III/Ditreskrimsus, DPO atas nama Joni Gunawan. Nomor DPO/10/IX/Subdit III/Ditreskrimsus, DPO atas nama Subadri Tholib.

Nomor DPO/11/IX/Subdit III/Ditreskrimsus, DPO atas nama Sutarman dan Nomor DPO/12/IX/Subdit III/Ditreskrimsus, DPO atas nama Robinson Sahroni.

Sebelumnya, Polda Lampung rencananya akan melakukan pelimpahan tahap II kelima tersangka ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Senin (5/9) lalu. Namun kelimanya tidak memenuhi panggilan penyidik pada saat itu. Hingga akhirnya Polda menetapkan kelimanya sebagai DPO.

Para tersangka tersandung kasus dugaan gratifikasi pengadaan alat kesehatan dan kedokteran Rumah Sakit Umum Daerah Bob Bazar, Kalianda, Lampung Selatan, senilai Rp2 miliar dari nilai anggaran Rp10 miliar. (Yb/Red/Ant)

Barjarmasin Menjadi Kloter Pertama yang Tinggalkan Arab Saudi

Rabu, 14 September 2016 Add Comment
Foto : Istimewa
Kaliandanews.com - Debarkasi Banjarmasin (BDJ 01) akan menjadi kloter pertama yang akan meninggalkan Arab Saudi pada Sabtu (17/9) pukul 09.00 waktu Arab Saudi.

Kepala Daerah Kerja Airport Jeddah-Madinah Nurul Badruttamam, di Mekkah, Rabu, menjelaskan kloter BDJ 01 akan dipulangkan melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah dengan menggunakan Saudi Airways SV 5900 dan dijadwalkan tiba di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin pada Minggu (18/9) pukul 01.00 WITA.

Selain BDJ 01, ada delapan kloter lain yang dijadwalkan pulang pada 17 September yaitu Kloter 1 Debarkasi Jakarta Pondok Gede yang take off pukul 10.00 waktu Arab Saudi dengan Garuda Indonesia GA 7561.

Berikutnya, kloter 1 Debarkasi Padang yang take off pukul 12.40 waktu Arab Saudi dengan Garuda Indonesia GA 3401, kloter 1 Debarkasi Medan yang take off pada pukul 14.39 waktu Arab Saudi dengan GA 3201, kloter 1 Debarkasi Jakarta Bekasi yabg take off 17.10 waktu Arab Saudi dengan GA 1301.

Selanjutnya, kloter 1 Debarkasi Surabaya yang take off pukul 18.30 waktu Arab Saudi dengan SV 5640, kloter 1 Debarkasi Batam yang take off pukul 19.00 waktu Arab Saudi dengan SV 5612 dan kloter 2 Debarkasi Jakarta Pondok Gede yang take off pukul 19.40 waktu Arab Saudi dengan GA 7461.
"Kami sudah melakukan koonsolidasi dan koordinasi dengan pihak penerbangan Garuda Indonesia, Saudia dan dengan berbagai pihak terkait. Begitu juga apabila nanti ada delay keberangkatan, sudah kita siapkan berbagai skenario penanganannya," katanya dilansir dari antaranews.com

Antisipasi keterlambatan terutama terkait dengan pemeriksaan barang bawaan jamaah.

Penimbangan bagasi koper besar akan dilakukan dua hari sebelum jadwal kepulangan untuk menghindari keterlambatan.

"Kita mengimbau jamaah haji untuk menaati peraturan penerbangan, di antaranya tidak memasukkan air zam zam ke dalam bagasi koper besar," katanya.

Oleh karena itu, ia berharap tim petugas haji dari Sektor-Sektor dan Daerah Kerja Mekkah sebagai ujung tombak antisipasi terkait barang bawaan jamaah agar lebih intensif dan masif untuk mensosialisasikan terkait berat barang bawaan jamaah.

"Kalau koper besar maksimal 32 kg, tas tentengan maksimal 7 kg dan mendapatkan air zam-zam 5 liter sebanyak 1 buah di bagikan nanti sesampainya di Debarkasi," katanya.

Jamaah haji gelombang pertama akan diberangkatkan dari pemondokan di Mekkah 10 jam dari jadwal take off dan harus sudah tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah enam jam sebelum jadwal take off.

Gelombang I yang tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah akan dipulangkan dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah sedangkan gelombang dua yang tiba melalui Jeddah akan dipulangkan melalui Madinah.

(yb/red)

Profesor asal Australia meneliti seni budaya Tupping di Desa Kuripan Penengahan Lamsel

Sabtu, 20 Agustus 2016 Add Comment
Kunjungan Prof Margareth ke Keratuan Darah Putih Desa Kuripan Kec. Penengahan Kab. Lampung Selatan.

KaliandaNews.com, Kuripan - Peneliti asal Monash University, Australia Prof. Margareth J Kartomi beserta putrinya nya DR. Karen, mengunjungi Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu ( 20/8).

Kedatangan mereka di sambut hangat oleh masyarakat Desa Kuripan. Adapun tujuan mereka dalam rangka penelitian terkait budaya, tarian, musik, dan drama di daerah itu. saat ini mereka bertujuan untuk melakukan penelitian mengenai tupping Lampung, yakni seni tupping di Desa kuripan ( keratuan Darah putih ). Peneliti asal Australia ini lanjutnya, akan mendokumentasikan hasil penelitiannya dalam sebuah buku, yang merupakan kontribusi besar dalam upaya menginventarisasi dan melestarikan budaya Lampung agar terus terjaga keberadaannya.

 "Penelitian ini bermaksud untuk membuat sebuah buku yang berisikan tentang Adat dan Budaya Lampung, yang saat ini saya akan melakukan penelitian mengenai seni budaya Tupping yang ada di Desa kuripan (Keratuan Darah Putih), dan Kami akan tinggal di Desa Kuripan ini selama empat hari untuk melakukan penelitian" ucap Margareth kepada KaliandaNews .

Prof. Margareth di Kediaman Bapak Budiman Yakub.
Sebelumnya mereka datang ke Desa kuripan (Keratuan Darah Putih ) didampingi Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Kebudayaan Lampung Selatan, Fauziah Arif ,SH yang langsung menuju kediaman bapak Budiman yakub salah satu budayawan Lampung untuk meminta penjelasan tentang adat dan seni budaya keratuan darah putih sebelum melakukan Penelitian.

Prof. Margareth, Fauziah Arief, SH Kadis Pariwisata (tengah) dan DR.Karen di Lamban Balak Keratuan Darah Putih.
Fauziah Arief, SH selaku Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Kebudayaan Lampung Selatan Menjelaskan bahwa kedatangan Prof.Margareth ini bertujuan untuk meneliti seni dan budaya Lampung, yang saat ini ke Desa Kuripan (Keratuan Darah Putih) untuk melakukan penelitian tentang Tupping Lampung.
Prof. Margareth di damping Fauziah Arief, SH sedang melihat sesi Latihan seni musik Keratuan Darah Putih
"Saya sangat bangga dan mengapresiasi kunjungan Prof. Margareth Kartomi ini untuk melakukan penelitian mengenai tupping di Keratuan Darah Putih sebagai bentuk kepeduliannya dengan seni budaya kita" kata Fauziah.

Fauziah juga berpesan agar kedatangan mereka ini harus menggugah hati kita untuk lebih mencintai dan melestarikan seni budaya kita.

"Bangsa lain saja peduli dengan seni budaya kita,seharusnya kita juga lebih mencintai Kesenian dan kebudayaan kita sendiri" Pungkas Fauziah. (Ryd)

Mantap!! Sering Ngantor diluar, Kapolda Lampung Dapat Penghargaan RekorMuri

Sabtu, 02 April 2016 Add Comment
kapolda lampung dapat rekor muri Foto: Facebook Brigjen Pol Ike Edwin

KaliandaNews.com  – Museum Rekor Indonesia (Muri) memberikan penghargaan kepada Brigjen Pol Dr. Ike Edwin S.IK, SH,  M.Hum. Penghargaan Muri tersebut diberikan karena salah satu program dari lima program Kapolda Lampung tercatat telah memecahkan rekor MURI.

Program kerja Polda Lampung yang berhasil memecahkan rekor MURI tersebut adalah Polisi Ngantor di luar.  Program tersebut merupakan program kerja yang dilakukan pertama oleh seorang pejabat di semua institusi Negara.
kapolda lampung Brigjen Pol Ike Edwin dapat muri
Brigjen Pol Ike Edwin

Penghargaan diberikan oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen. (Purn) Sutiyoso dan di hadiri langsung oleh pendiri MURI, Jaya Suprana, Sabtu di di Mal Kepala Gading, Jakarta. (02/4/16).

Perlu diketahui, program kerja Kapolda Lampung tersebut ada lima, diantaranya ada Anjau Silau, Rembuk Pekon, Operasi Sepanjang Masa, Polisi dimana – mana, dan program kelima yang bakal diganjar oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) adalah program ‘Excellent Police Service’ (polisi berkantor di luar). (**)

Lampung Darurat Listrik, Rakyat Bakal Nyalakan 1.000 Lilin di Tugu Adipura Malam ini

Kamis, 17 Maret 2016 Add Comment
Krisis Listrik Lampung
KaliandaNews.com, Bandar Lampung – Indonesia Darurat Narkoba, Lampung Darurat Listrik, mungkin slogan itu yang pas sebagai gambaran kondisi saat ini yang terjadi di Lampung. Krisis listrik di Lampung bagi sebagian warga sudah “terlalu” dan “aneh” mengingat di era rekayasa teknologi modern ini, jika ada kemauan pasti ada jalan untuk menyelesaikan permasalahan dengan memanfaatkan rekayasa teknologi, itupun jika ada kemauan.

Sebagai bentuk protes terhadap layanan Perusahaan Listrik plat merah tersebut, beberapa elemen masyarakat yang terdiri dari YLKI Lampung, LBH Bandar Lampung, Walhi Lampung, dan AJI Bandar Lampung serta perwakilan dari masyarakat, yang tergabung dalam Gerakan Untuk LAmpungKU TErang BenderANG, akan menggelar aksi penyalaan 1.000 Lilin di Tugu Adipura Bandar Lampung pada Kamis malam ini, 17/3/2016, mulai pukul 19.30 WIB.

Sesuai namanya, aksi yang dilakukan elemen masyarakat yang tergabung Gerakan Untuk LAmpungKU TErang BenderANG, diharapkan akan menggugah sejumlah pemilik perusahaan untuk merelakan lahannya dibebaskan, untuk kepentingan pembangunan transmisi 150 kilo Volt (kV) Seputih Banyak-Menggala. Sampai saat ini PLN baru berhasil mendirikan 90 menara dari target 179 Menara transmisi karena terbentur pembebasan lahan.

Diharapkan dengan pembebasan lahan tersebut, Lampung dapat terkoneksi dengan Sumsel yang saat ini mengalami surplus listrik sebesar 436 MW, sedangkan Lampung mengalami Defisit sebesar 130 MW.

Seperti diberitakan sebelumnya untuk mengatasi krisis listrik di Lampung sebenarnya PT PLN (Persero) sejak 2007 PLN telah berupaya untuk membangun sistem interkoneksi kelistrikan antara Sumatera Selatan dengan Provinsi Lampung. Namun terkendala pembebasan lahan, dimana lahan tersebut akan di gunakan PLN untuk pembangunan menara transmisi penghubung aliran listrik dari Sumsel ke Lampung sepanjang 58,9 kilometer sirkit (kms).

Manajer Senior Public Relation PLN, Agung Murdifi mengaku perseroan masih mengalami kesulitan untuk melakukan penyelesaian pembangunan menara transmisi. Hal ini disebabkan karena belum adanya kerelaan pemilik lahan untuk membebaskan lahannya demi pembangunan menara transmisi tersebut.

Baca Juga: Terungkap! Ini Penyebab kenapa Listrik Lampung Mati Terus

Menurutnya, jika nantinya semua menara transmisi bisa berdiri dan tersambung, pemadaman di Lampung akan minim bahkan tidak terjadi lagi. (kld)