26 Tewas Akibat Banjir Bandang Garut

Kamis, 22 September 2016 Add Comment

Istimewa
Kaliandanews.com – Korban tewas akibat banjir bandang di Garut yang terjadi hari Rabu (21/09), malam terus bertambah. Sampai malam tadi tercatat sebanyak 26 orang meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Kebanyakan korban yang meninggal adalah perempuan dengan 18 orang, sedangkan laki-laki 8 orang.

“Jumlahnya saat ini menjadi 26 orang," kata Jubir Badan SAR Nasional Jawa Barat Joshua Banjarnahor, Kamis (22/9).

Saat ini seluruh korban ditangani rumah sakit TNI Angkatan Darat Guntur Kabupaten Garut. Dia juga menjelaskan 26 korban itu terdiri dari 8 laki-laki dan 16 perempuan.

"Untuk laki-laki terdiri dari empat dewasa yang ditemukan di Lapang Paris, Bayongbong, Bojong Larang dan Jaya Raga. Sedangkan empat lainnya anak-anak di Asrama Lapang Paris dan Cimacan,” terangnya.

Sedangkan untuk 18 perempuan, sambung dia, 13 orang dewasa dan lima anak-anak. Untuk 13 perempuan dewasa mereka ditemukan di Lapang Paris, Bojong Larang, Tarogong Kidul, Sukaningsih, Cimacan.

"Kalau untuk lima anak-anak, ditemukan di Lapang Paris, Bojong Sudika, Cipoos Kersamanah dan Cimacan. Semuanya saat ini tengah diidentifikasi," tambanya. (*yb/mdk)

Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Garut dan Sumedang Tewaskan 10 Orang

Selasa, 20 September 2016 Add Comment
Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Garut dan Sumedang Tewaskan 10 Orang
Ilustrasi Bencana Alam

Kaliandanews.com - Tingginya Intensitas hujan menyebabkan Kabupaten Garut dan Sumedang diterjang Bencana Tanah Longsor dan Banjir Bandang. 10 orang tewas dan tiga orang lainnya belum ditemukan dalam musibah bencana alam ini. Daerah yang terkena banjir bandang adalah Bayongbong, Tarogong, Kidul, Tarogong Kaler, Banyu Resmi, Karangpawitan, Kabupaten Garut, Rabu (21/9) pukul 01.00 WIB.

Meluapnya air sungai Cimanuk dan Cikamuri yang disebabkan derasnya hujan dengan durasi yang cukup panjang sejak Selasa malam. Mengakibatkan banjir mencapai ketinggian 1,5 meter hingga 2 meter. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan penggulangan Bencana menyampaikan, "Debit air kedua sungai tersebut secara cepat setelah hujan deras kemarin, pada selasa pukul 20.00 WIB. Banjir setinggi lutut atau 50 cm dan naik tiga kali lipat dalam tiga jam". Ucap Sutopo Purwo Nugroho.

"Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Garut, terdapat 8 orang tewas,  1 orang hilang, 4 orang luka berat, 26 orang luka ringan, dan ratusan pengungsi," kata Sutopo melalui keterangan pers, Rabu pagi.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat terus melakukan pencarian dan penyelamatan korban. Ratusan pengungsi ditempatkan di kantor Korem. BPBD Provinsi Jawa Barat membantu penanganan darurat. Posko dan dapur umum telah didirikan. Bupati Garut menunjuk Dandim sebagai komandan tanggap darurat. Hingga saat ini pendataan masih dilakukan.

Sutopo menambahkan, Hujan akan terus meningkat hingga puncaknya Januari 2017 mendatang, oleh karnanya masyarakat dihimbau agar terus meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana banjir dan tnah longsor. "La Nina, dipole mode negatif dan hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan hujan melimpah, lebih besar dari normalnya sehingga dapat memicu banjir dan longsor," tambahnya dikutip Merdeka. (*AY)